Minggu, 03 Mei 2015

Tentang Mikrotik

MikroTik adalah suatu RouterOS (Router Operating System) yaitu sistem operasi atau softwareyang dapat digunakan menjadi komputer router network yang handal dengan berbagai fitur yang dibuat untuk mengatur ip network dan jaringan wireless.


    Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Bagi yang belum tau, Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Dengan nama merek dagang Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujuka untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless


1. Software
       ·  Router  OS yaitu  OS yang menjadikan Pc biasa menjadi Router ( X86, AMD, Dll )

2. Hardware
       ·         Wireless Router Board
       ·         Wireless Interface
       ·         Etherned Card. Dll

     Remote Mikrotik
  1. Winbox
  2. Webbox
  3. Telnet
  4.  SSH ( Secure Shell ) : Menggunakan aplikasi tambahan putty


     Fitur-Fitur Mikrotik
  1. IP Routing
  2. Interface
  3. Fire wall
  4. Bandwith Manangement
  5. service
  6. AAA ( Athorization And Accounting )
  7. Monitoring
  8. Diagnostic Tools and Scripting
  9. URRP ( Virtual Router Redudant Protocol )
PERINTAH MIKROTIK
  1. Tab
       
    Menampilkan perintah-perintah dasar mikrotik
         _  _  _  _  _
         _  _  _  _  _

         _  _  _  _  _
     
         _  _  _  _  _
         _  _   _  _  _
  2. (?)
       Fungsinya sama dengan ( Tab ) Namun dilengakapi dengan sedikit penjelasan
          _
          _
          _
          _
          _
  3. ( / )  
       Berfungsi untuk kembali keroot ( Admin @ mikrotik )
  4. ( . . ) 
        Berfungsi untuk naik  1 level keatas/sebelumnya ( Direktori )
  5. ( ..  .. )
         Berfungsi untuk naik  2 level keatas/sebelumnya ( Direktori )
  6. Command ( Enter ) 
       Untuk menjalankan perintah
  7.  / Command  
       Untuk menjalankan perintah pada Level  sebelumnya
  8. Panah atas/bawah  
       Untuk melihat riwayat perintah yang telah dilakukan
  9. Ctrl+I  
       Sama dengan fungsi Tab
  10. Ctrl+P
       Sama dengan panah atas
  11. Ctrl+C
       Menghentikan proses
  12. Ctrl+M
       Sama dengan tpmbol Enter
  13. Ctrl+N
       Menghapus baris perintah
  14. Ctrl+D
       Log out
  15. Perintah-perintah Dasar Mikrotik
·         Radius
·         Log
·         Quit
·         Certificate
·         Redo
·         Special Login
·         Interface
·         Driver
·         Ping
·         Setup
·         Password
·         Undo
·         Port
·         Import
·         Srimp
·         User
·         File
·         Quive
·         System
·         Ip
·         Tool
·         PPP
·         Routing
·         Isdn-Chamels
·         Export
 


  • Kelebihan Mikrotik :  
       Mikrotik
     memiliki sebuah Operating System bila tidak salah disebut dengan RouterOs .Mikrotik yang dibangun dengan Core LINUX, yang menyebabkan produk Router ini lebih murah dibanding dengan router lainnya seperti CiscoDari segi pengoprasiannya Mikrotik tergolong friendly dengan software winbox yang merupakan tempat setting administratornya.RouterOS Mikrotik juga dapat mendeteksi berbagai macam ethernet card (LAN CARD) dari berbagai vendor yang telah ada.

  • Kekurangan Mikrotik :

        Mikrotik
     mengeluarkan sertifikasi, namun sertifikasi tersebut masih kurang terkenal dibandingkan dengan vendor router yang lain seperti cisco yang sudah diakui secara international.
    Mungkin kurang bagus untuk menangani jaringan sekala yang besar karena dukungan hardwarenya yang kurang hebat seperti punya Cisco


Produk Mikrotik Router OS Routerboard Wireless Indoor Outdoor

  

   


macam produk Mikrotik Router:
  • Lisensi Mikrotik (tanpa DOM)
  • Lisensi Mikrotik (dengan DOM)
  • Upgrade Lisensi
  • Switch
  • Mikrotik RouterBoard (only)
  • Mikrotik Router Indoor
  • Mikrotik RouterBoard 2011
  • MikroBits Aneto NEW
  • MikroBits Ainos
  • MikroBits Celoica
  • MikroBits Dinara NEW
  • Router Ogma Connect
  • Wireless Outdoor 800
  • Wireless Indoor 800
  • Wireless Indoor 493
  • Wireless Outdoor 435
  • Wireless Outdoor 433
  • Wireless Indoor 433
  • Wireless Outdoor 411
  • Wireless Indoor 411
  • Wireless Outdoor 711
  • Groove
  • Metal
  • Embedded 2.4GHz
  • Embedded 5.xGHz
  • Interface
  • Outdoor Antenna
  • Indoor Antenna

FireWall

FireWall


Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia, konsekuensi 
yang harus di tanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terkait ke 
Internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya, maka 
kemungkinan besar jaringan yang terkait ke Internet akan dengan mudah dimasuki orang 
yang tidak di undang dari luar. Adalah tugas dari operator jaringan yang bersangkutan, 
untuk menekan resiko tersebut seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan 
administrator jaringan ini, akan sangat membedakan  apakah suatu jaringan mudah 
ditembus atau tidak. 
Firewall merupakan alat untuk mengimplementasikan kebijakan security (security
policy). Sedangkan kebijakan security, dibuat berdasarkan perimbangan antara fasilitas 
yang disediakan dengan implikasi security-nya. Semakin ketat kebijakan security, 
semakin kompleks konfigurasi layanan informasi atau semakin sedikit fasilitas yang 
tersedia di jaringan. Sebaliknya, dengan semakin banyak fasilitas yang tersedia atau 
sedemikian sederhananya konfigurasi yang diterapkan, maka semakin mudah orang orang 
‘usil‘ dari luar masuk kedalam sistem (akibat langsung dari lemahnya kebijakan security). 
Dalam dunia nyata, firewall adalah dinding yang bisa memisahkan ruangan, sehingga 
kebakaran pada suatu ruangan tidak menjalar ke ruangan lainnya.  Tapi sebenarnya 
firewall di Internet lebih seperti pertahanan disekeliling benteng, yakni mempertahankan 
terhadap serangan dari luar. Gunanya: 
• membatasi gerak orang yang masuk ke dalam jaringan internal 
• membatasi gerak orang yang keluar dari jaringan internal 
• mencegah penyerang mendekati pertahanan yang berlapis 
Jadi yang keluar masuk firewall harus  acceptable. Firewall merupakan kombinasi dari 
router, server, dan software pelengkap yang tepat. 
Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap 
hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi,  baik 
dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan 
suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang 
lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah  workstation, server, router, atau 
local area network (LAN) anda. Sumber :
                             
                                                  Artikel Internet (Firewall) 
Firewall didefinisikan sebagai sebuah komponen atau kumpulan komponen yang 
membatasi akses antara sebuah jaringan yang diproteksi dan internet, atau antara 
kumpulan-kumpulan jaringan lainnya (Building Internet Firewalls, oleh Chapman dan 
Zwicky). A firewall is a system or group of systems that enforces an access control policy 
between two networks (http://www.clark.net/pub/mjr/pubs/fwfaq/). The main purpose of a 
firewall system is to control access to or from a protected network. It implements a 
network access policy by forcing connections to pass through the firewall, where they can 
be examined and evaluated (http://csrc.ncsl.nist.gov/nistpubs/800-10/node31.html).
2.2.1 Tugas – Tugas Firewall 
Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani : 
• Mesin/Komputer
Setiap mesin komputer yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan 
menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi. 
• Jaringan 
Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis 
topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi 
dsb. 
Firewall mempunyai beberapa tugas : 
• Pertama dan yang terpenting adalah: harus dapat mengimplementasikan kebijakan 
security di jaringan (site security policy). Jika aksi tertentu tidak diperbolehkan oleh kebijakan ini, maka firewall harus meyakinkan bahwa semua usaha yang mewakili 
operasi tersebut harus gagal atau digagalkan. Dengan demikian, semua akses ilegal 
antar jaringan (tidak diotorisasikan) akan ditolak.
• Melakukan filtering: mewajibkan semua trafik yang ada untuk dilewatkan melalui 
firewall bagi semua proses pemberian dan pemanfaatan layanan informasi. Dalam 
konteks ini, aliran paket data dari/menuju firewall, diseleksi berdasarkan IP-address, 
nomor port, atau arahnya, dan disesuaikan dengan kebijakan security. 
• Firewall juga harus dapat merekam/mencatat even-even mencurigakan serta 
memberitahu administrator terhadap segala usaha-usaha menembus kebijakan 
security. 
Ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan oleh firewall : 
• Firewall tidak bisa melindungi dari serangan orang dalam 
• Firewall tidak bisa melindungi serangan yang tidak melalui firewall tersebut (tidak 
melalui chocke point). Misalnya ada yang memasang dial-up service, sehingga 
jaringan bisa diakses lewat modem. 
• Firewall tidak bisa melindungi jaringan internal terhadap serangan-serangan model 
baru. 
• Firewall tidak bisa melindungi jaringan terhadap virus
. Sumber :
                                                  Artikel Internet (Modul Personal Firewall)
2.2.2. Karakteristik Firewall 
1. Seluruh hubungan/kegiatan dari dalam ke luar , harus melewati firewall. Hal ini 
dapat dilakukan dengan cara memblok/membatasi baik  secara fisik semua akses terhadap jaringan lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan 
yang memungkinkan. 
2. Hanya Kegiatan yang terdaftar/dikenal yang dapat melewati/melakukan hubungan, 
hal ini dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. 
Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang 
ditawarkan. 
3. Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan/kelemahan. 
Hal ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan operating system 
yang relatif aman. 
2.2.3. Teknik Yang Digunakan Firewall 
1. Service Control (kendali terhadap layanan) 
Berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik 
untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek no IP 
Address dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, 
bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan 
menterjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya. 
Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri, seperti layanan untuk web maupun 
untuk mail. 
2. Direction Conrol (kendali terhadap arah) 
Berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang akan 
dikenali dan diijinkan lewat firewall. 
3. User control (kendali terhadap pengguna) 
Berdasarkan pengguna/user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user 
yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan 
user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan untuk 
membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses  keluar, tetapi bisa juga 
diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar. 
4. Behavior Control (kendali terhadap perlakuan) 
Berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal, firewall dapat 
memfilter email untuk menanggulangi/mencegah spam. 2.2.4. Tipe – Tipe Firewall 
1. Packet Filtering Router 
Packet Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik yang 
menuju, melewati atau akan dituju oleh packet tersebut. Pada tipe ini packet tersebut 
akan diatur apakah akan di terima dan diteruskan atau di tolak. Penyaringan packet 
ini di konfigurasikan untuk menyaring paket yang akan di transfer secara dua arah 
(baik dari dan ke jaringan lokal). Aturan penyaringan didasarkan pada header IP dan 
transport header, termasuk juga alamat awal (IP) dan alamat tujuan (IP), protocol 
transport yang di gunakan (UDP, TCP), serta nomor port yang digunakan. Kelebihan 
dari tipe ini adalah mudah untuk di implementasikan, transparan untuk pemakai, 
relatif lebih cepat.  
Adapun kelemahannya adalah cukup rumitnya untuk menyetting paket yang akan 
difilter secara tepat, serta lemah dalam hal authentikasi. Adapun serangan yang dapat 
terjadi pada firewall dengan tipe ini adalah: 
• IP address spoofing : Intruder (penyusup) dari luar dapat melakukan ini dengan 
cara menyertakan/menggunakan ip address jaringan lokal yang telah diijinkan 
untuk melalui firewall. 
• Source routing attacks : Tipe ini tidak menganalisa informasi routing sumber IP, 
sehingga memungkinkan untuk membypass firewall. 
• Tiny Fragment attacks : Intruder membagi IP kedalam bagian-bagian (fragment) 
yang lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi mengenai TCP header. 
Serangan jenis ini di design untuk menipu aturan penyaringan yang bergantung 
kepada informasi dari TCP header. Penyerang berharap hanya bagian (fragment) 
pertama saja yang akan di periksa dan sisanya akan bisa lewat dengan bebas. Hal 
ini dapat di tanggulangi dengan cara menolak semua packet dengan protocol TCP 
dan memiliki offset = 1 pada IP fragment (bagian IP) 
Sumber :
                
                                                Artikel Internet (Ammar-Firewall)
 2. Application-Level Gateway 
Application-level Gateway yang biasa juga di kenal sebagai proxy server yang berfungsi 
untuk memperkuat/menyalurkan arus aplikasi. Tipe ini akan mengatur semua hubungan 
yang menggunakan layer aplikasi ,baik itu FTP, HTTP, GOPHER dll.  
Cara kerjanya adalah apabila ada pengguna yang menggunakan salah satu aplikasi 
semisal FTP untuk mengakses secara remote, maka gateway akan meminta user 
memasukkan alamat remote host yang akan di akses.Saat pengguna mengirimkan user ID 
serta informasi lainnya yang sesuai maka gateway akan melakukan hubungan terhadap 
aplikasi tersebut yang terdapat pada remote host, dan menyalurkan data diantara kedua 
titik. Apabila data tersebut tidak sesuai maka firewall tidak akan meneruskan data 
tersebut atau menolaknya. Lebih jauh lagi, pada tipe ini firewall dapat di konfigurasikan 
untuk hanya mendukung beberapa aplikasi saja dan menolak aplikasi lainnya untuk 
melewati firewall.  
Kelebihannya adalah relatif lebih aman daripada tipe packet filtering router lebih mudah 
untuk memeriksa dan mendata semua aliran data yang  masuk pada level aplikasi. 
Kekurangannya adalah pemrosesan tambahan yang berlebih pada setiap hubungan. Yang 
akan mengakibatkan terdapat dua buah sambungan koneksi antara pemakai dan gateway, 
dimana gateway akan memeriksa dan meneruskan semua arus dari dua arah. 
Sumber :
 Artikel Internet (Ammar-Firewall) 
3. Circuit-level Gateway 
Tipe ketiga ini dapat merupakan sistem yang berdiri sendiri , atau juga dapat 
merupakan fungsi khusus yang terbentuk dari tipe application-level gateway.tipe ini 
tidak mengijinkan koneksi TCP end to end (langsung)  Cara kerjanya : Gateway akan mengatur kedua hubungan TCP tersebut, 1 antara 
dirinya dengan TCP pada pengguna lokal (inner host) serta 1 lagi antara dirinya 
dengan TCP pengguna luar (outside host). Saat dua buah hubungan terlaksana, 
gateway akan menyalurkan TCP segment dari satu hubungan ke lainnya tanpa 
memeriksa isinya. Fungsi pengamanannya terletak pada penentuan hubungan mana 
yang di ijinkan. Penggunaan tipe ini biasanya dikarenakan administrator percaya 
dengan pengguna internal (internal users). 
Sumber : Artikel Internet (Ammar-Firewall) 
2.2.5. Merencanakan Jaringan Dengan Fireawll 
Merencanakan sistem firewall pada jaringan, berkaitan erat dengan jenis fasilitas apa 
yang akan disediakan bagi para pemakai, sejauh mana level resiko-security yang bisa 
diterima, serta berapa banyak waktu, biaya dan keahlian yang tersedia (faktor teknis dan 
ekonomis). Firewall umumnya terdiri dari bagian filter (disebut juga screen atau choke) 
dan bagian gateway (gate). Filter berfungsi untuk membatasi akses, mempersempit kanal, 
atau untuk memblok kelas trafik tertentu.  
Terjadinya pembatasan akses, berarti akan mengurangi fungsi jaringan. Untuk tetap 
menjaga fungsi komunikasi jaringan dalam lingkungan yang ber-firewall, umumnya 
ditempuh dua cara : 
• Pertama, bila kita bayangkan jaringan kita berada dalam perlindungan sebuah 
benteng, komunikasi dapat terjadi melalui pintu-pintu keluar benteng tersebut. Cara 
ini dikenal sebagai  packet-filtering, dimana filter hanya digunakan untuk menolak trafik pada kanal yang tidak digunakan atau kanal dengan resiko-security cukup 
besar, sedangkan trafik pada kanal yang lain masih tetap diperbolehkan. 
Berbagai kebijakan dapat diterapkan dalam melakukan operasi packet filtering. Pada 
intinya, berupa mekanisme pengontrollan data yang diperbolehkan mengalir dari 
dan/atau ke jaringan internal, dengan menggunakan beberapa parameter yang 
tercantum dalam header paket data: arah (inbound atau outbound), address asal dan 
tujuan, port asal dan tujuan, serta jenis protocol transport. Router akan mengevaluasi 
informasi ini dalam setiap paket data yang mengalir melaluinya, kemudian 
menetapkan aksi yang harus dilakukan terhadap paket tersebut, berdasarkan set 
aturan/program dalam packet-filtering. Sehingga keputusan routing dasar router 
tersebut, kemudian dilengkapi dengan bagian dari kebijakan security jaringan. 
Tabel berikut akan menunjukan contoh konfigurasi operasi packet-filtering, untuk 
menyediakan hanya fasilitas SMTP inbound dan outbound pada jaringan. 
Sumber : http://www.klik-kanan.com/fokus/firewall4.shtml
Aturan A dan B melayani hubungan SMTP inbound (email datang), aturan C dan D 
melayani hubungan SMTP outbound (email keluar) serta aturan E merupakan aturan 
default yang dilakukan bila aturan aturan sebelumnya gagal. Kalau diamati lebih 
dekat, selain trafik SMTP konfigurasi tersebut juga masih membolehkan hubungan 
masuk dan keluar pada port >1023 (aturan B dan D), sehingga terdapat kemungkinan 
bagi program-program server seperti X11 (port 6000), OpenWindows (port 2000), 
atau kebanyakan program basis-data (Sybase, Oracle, Informix, dll), untuk 
dihubungi dari luar. Untuk menutup kemungkinan ini, diperlukan evaluasi parameter 
lain, seperti evaluasi port asal. Dengan cara ini,  satu-satunya celah menembus 
firewall adalah dengan menggunakan port SMTP. Bila kita masih juga kurang yakin dengan kejujuran para pengguna port ini, dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut dari 
informasi ACK. 
• Cara kedua, menggunakan sistem proxy, dimana setiap komunikasi yang terjadi 
antar kedua jaringan harus dilakukan melalui suatu  operator, dalam hal ini proxy 
server. Beberapa protokol, seperti telnet dan SMTP  (Simple Mail Transport 
Protocol), akan lebih efektif ditangani dengan evaluasi paket (packet filtering), 
sedangkan yang lain seperti FTP (File Transfert Protocol), Archie, Gopher dan 
HTTP (Hyper-Text Transport Protocol) akan lebih efektif ditangani dengan sistem 
proxy. Kebanyakan firewall menggunakan kombinasi kedua teknik ini (packet 
filtering dan proxy). 
Dalam jaringan yang menerapkan sistem proxy, hubungan komunikasi ke internet 
dilakukan melalui sistem pendelegasian. Komputer-komputer yang dapat dikenali 
oleh internet bertindak sebagai 'wakil' bagi mesin lain yang ingin berhubungan ke 
luar. Proxy server untuk (kumpulan) protokol tertentu dijalankan pada dual-homed 
host atau bastion-host, dimana seluruh pemakai jaringan dapat berkomunikasi 
dengannya, kemudian proxy server ini bertindak sebagai delegasi. Dengan kata lain 
setiap program client akan berhubungan dengan proxy server dan proxy server ini 
lah yang akan berhubungan dengan server sebenarnya di internet. Proxy server akan 
mengevaluasi setiap permintaan hubungan dari client dan memutuskan mana yang 
diperbolehkan dan mana yang tidak. Bila permintaan hubungan ini disetujui, maka 
proxy server me-relay permintaan tersebut pada server sebenarnya. 
Sumber : http://www.klik-kanan.com/fokus/firewall4.shtmlAda beberapa istilah menunjuk pada tipe proxy server, diantaranya proxy level aplikasi, 
proxy level circuit, proxy generik atau khusus, proxy cerdas, dll. Apapun jenis proxy 
yang digunakan, ada beberapa konsekuensi implementasi sistem ini: 
• Pada umumnya memerlukan modifikasi client dan/atau  prosedur akses serta 
menuntut penyediaan program server berbeda untuk setiap aplikasi. 
• Penggunaan sistem proxy memungkinkan penggunaan private IP Address bagi 
jaringan internal. Konsekuensinya kita bisa memilih untuk menggunakan IP Address 
kelas A (10.x.x.x) untuk private IP address yang digunakan dalam jaringan internet; 
sehingga komputer yang dapat tersambung dalam jaringan internal dapat mencapai 
jumlah jutaan komputer. 
• Paket SOCKS atau TIS FWTK merupakan contoh paket perangkat lunak proxy yang 
sering digunakan dan tersedia bebas di internet.

Tentang Proxy

1. Pendahuluan
Proxy server sudah menjadi hal yang popular di kalangan para pengguna internet saat ini, berkaitan dengan kemampuannya untuk menghemat bandwith, meningkatkan keamanan, dan menambah kecepatan web-surfing. Dalam jaringan yang menerapkan sistem proxy, hubungan komunikasi ke internet dilakukan melalui sistem pendelegasian. Komputer-komputer yang dapat dikenali oleh internet bertindak sebagai wakil.

2. Proxy Server Squid
Proxy server yang cukup popular saat ini adalah squid, karena selain gratis juga mendukung ICP. ICP digunakan untuk pertukaran data tentang suatu URL dengan cache-cache lainnya. Secara sederhana, squid dapat dikatakan sebagai software yang diaplikasikan untuk membuat http atau ftp cache. Cara kerja squid dapat dianalogikan seperti browser (IE/Opera/Netscape) yang menyimpan data suatu site di hardisk sehingga untuk menampilkan site yang sama tinggal mengambil data di cachenya.

Squid dapat dikonfigurasikan sebagai :
  • Mode httpd-accelerator untuk meningkatkan performansi web server kita.
  • Proxy caching-server agar seluruh user dalam jaringan kita dapat menggunakan squid untuk mengakses internet.
Pada konfigurasi pertama, squid server berlaku seperti reverse proxy-cache, squid akan menerima permintaan client, memberikan data di cachenya, jika tidak ada akan mengambil langsung dari server aslinya (reverse proxy).

Sebagai proxy cache server, kita dapat mengontrol secara keseluruhan kinerja jaringan kita dan memberlakukan beberapa  aturan dalam memberkian data yang dapat dilihat, diakses atau didownload. Kita juga dapat mengontrol penggunaan bandwith, waktu koneksi dan sebagainya. Sebuah proxy cache dapat dikonfigurasikan sebagai  Squid dapat menghemat bandwith dapat diterangkan sebagai berikut :
Misal suatu host memin  ta www.detik.com, maka squid akan mengambil dan meletakkannya di hardisk server untuk selanjutnya diambil oleh host yang bersangkutan. Bila ada host lain yang meminta data yang sama, server tidak perlu lagi mendownloadnya dari www.detik.com, tapi cukup memberikan data yang ada di cachenya sehingga akan lebih cepat dan menghemat bandwith. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini:

clip_image002
Gambar Posisi host di internet

Selain itu, squid dapat melakukan filtering, yaitu squid dapat memblok permintaan cliet terhadap URL-URL tertentu, sehingga pengelola jaringan dapatlebih santai tanpa khawatir adanya penyalahgunaan yang tidak dikehendaki. Dalam squid dikenal istilah parent dan sibling. Parent akan mengambil langsung ke web site yang diminta, sedangkan sibling akan mencarinya dulu ke parent. Bila tidak ada, maka sibling mencarinya langsung ke web site yang bersangkutan.

Sebuah proxy cache dapat dikonfigurasikan untuk berjalan standalone server atau sebagai hierarki cache dengan dengan proxy-proxy lainnya, yang akan kita bahas lebih lanjut berikut ini.

§  Standalone server, tanpa parent dan sibling

Ini merupakan konfigurasi yang paling sederhana yang biasa dipakai oleh ISP (Internet Service Provider) dan warung internet dimana squid server local akan langsung mencari ke web server www.detik.com untuk memenuhi permintaan client bila data tidak terdapat di cache.
§  Sibling tanpa parent
Biasanya konfigurasi ini dipakai untuk jaringan yang tidak terlalu besar. Permintaan oleh klien pada suatu URL akan diterima lokal yang akan mencarinya ke sibling , bila tidak ada, lokal akan langsung mencarinya langsung ke webserver yang bersangkutan.
§  Parent dan sibling
Biasanya konfigurasi ini diterapkan untuk jaringan yang besar. Efisiensi jaringan ini cukup baik, karena yang bekerja untuk mendapatkan halaman web keluar jaringan hanyalah parent sisanya sibling dan para client tidak dapat memperolehnya secara langsung (dengan firewall). Klien yang meminta halaman web www.detik.com akan diterima squid server lokal yang kemudian akan memeriksa cachenya, bila tidak ada dia akan mencari ke sibling, bila ada sibling akan memberikannya ke lokal, namun bila tidak ada lokal akan meminta ke parent. Sebagai parent ia harus melayani permintaan ini. Walaupun ia tidak memiliki halaman yang diminta, ia harus memenuhinya dengan mengambil langsungke www.detik.com. Setelah itu permintaan dikembalikan ke lokal dan akhirnya ke klien.

3. Hierarki Squid

Server proxy dapat dihubungkan dengan server-server proxy lain dan membentuk hierarki seperti pada sebuah organisasi. Jika server proxy bergabung dalam sebuah hierarki, sebuah server proxy bisa memilih untuk mengambil dokumen yang diinginkan dari server proxy lain dalam hierarki atau mengambil dari server asal. Hierarki ini terdiri dari cache pada tingkat nasional, regional, dan organisasi. Dalam prototipe ini cache pada tingkat nasional melayani permintaan akses untuk domain negara tersebut. Misalnya terdapat permintaan dokumen dari URL http://www.republika.co.id yang berada di bawah domain id (Indonesia), maka dokumen tersebut diminta dari cache tingkat nasional di Indonesia.
clip_image004

Gambar 4. Prototipe hierarki cache

4. Instalasi Squid
Untuk mendapatkan source squid terbaru dapat download di ftp://squid.nalr.fr/squid/ atau homepage squid http://www.squid-cache.org/. Dalam modul ini kita akan melakukan instalasi secara manual yaitu squid-2.3.STABLE2-src.tar.gz. Sebelum instalasi pastikan source ini sudah ada (misal di direktori /usr/local).
1.      Masuklah ke direktori /usr/local/ dan ekstark source dengan perintah:
# cd /usr/local
# tar zxvf squid-2.3.STABLE2-src.tar.gz
2.     Squid proxy-server tidak dapat berjalan sebagai sebagai super user root, oleh karena itu kita harus membuat account khusus tanpa shell untuk menjalankan Squid Proxy Server :
# useradd –d /cache/ -r –s /dev/null 2>&1
# mkdir /cache/
# chown –R squid.squid /cache/
Perintah pertama akan menambahkan user “squid” ke file /etc/passwd, lalu membuat direktori “/cache” (jika belum ada) kemudian mengubah kepemilikan   direktori “/cache” ke user “squid”. 
3.     Setelah proses ekstarksi akan terbentuk direktori squid-2.3.STABLE2-src, masuk ke direktori tersebut dan lakukan konfigure otomatis yang akan memberikan output berupa file Makefile.
  # ./configure  --prefix=/usr/local/squid

4.     Selanjutnya lakukan kompilasi dan install sbb:
# make
# make install

Hasil instalasi bisa dilihat di direktori /usr/local/squid. Di dalamnya terdapat direktori /bin, /logs dan /etc.

5. Konfigurasi Squid
Setelah proses instalasi selesai, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi squid.  File konfigurasi ini biasanya terletak pada direktori /usr/local/squid/etc.   Squid biasanya sudah menyediakan file konfigurasi default yaitu squid.conf.default, yang berisi parameter-parameter squid secara lengkap, berikut deskripsi serta contoh penggunaannya.

5.1. Konfigurasi file Squid.conf
Dalam direktori /usr/local/squid/bin akan terdapat file-file sbb:
squid                             program utama
dnsserver                     server untuk melayani request pemetaan                                   ip <-> nama tiap child proses squid
cachemgr                     program tambahan untuk memantau server       secara otomatis
runchace                      script untuk memulai squid

Sedangkan dalam direktori /usr/local/squid/etc akan terdapat file-file konfigurasi sbb :

squid.conf.default        file konfigurasi squid default
mime.conf.default            file konfigurasi mime default

Sedangkan file-file log akan terdapat pada direktori /usr/local/squid/logs, yaitu :
access.log                      mencatat log aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh klien.
cache.log                      mencatat log yang dicatat oleh cache server.
store.log                       mencatat setiap log yang berhubungan dengan database.

5.2. Konfigurasi Mode Httpd-Accelerator
Berikut kita akan membahas bagian-bagian yang perlu diedit pada file squid.conf :
http_port 80
Option ini menyatakan nomor port yang akan digunakan Squid untuk permintaan HTTP client. Jika diset 80, client akan seolah-olah terkoneksi dengan Webserver Apache.

icp_port 0

Option ini menentukan nomor port tempat Squid mengirim dan menerima permintaan ICP dari cache lainnya. Untuk mendisable kita set 0, karena kita mengkonfigurasi Squid sebagai mode accelerator Web Server. ICP diperlukan hanya pada multilevel cache dengan multilevel siblings dan parent.

acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \? and no_cache deny QUERY

Option ini menyatakan objek yang tidak pernah dicached.

cache_mem 16 MB

Option  ini menyatakan jumlah memori (RAM) yang digunakan untuk caching. Squid menggunakan memori lebih besar dari nilai yang tertera. Sebaiknya jumlah ini sepertiga dari memori total.

cache_dir ufs /cache 200 16 256

Option “cache_dir”  menyatakan jenis sistem storage yang digunakan (ufs).  Space disk sebesar 200 MB, jumlah subdirektori tingkat pertama dalam direktori cache adalah 16 dan jumlah subdirektori tingkat kedua yang dibuat dalam direktori cache tingkat pertama adalah 256. Dalam mode accelerator hal ini berkaitan dengan besar dan jumlah file yang ingin di tampilkan pada webserver Apache.

emulate_httpd_log on

Jika option ini dibuat “ON”, Squid akan membuat format file log yang sama dengan Webserver Apache. Hal ini berguna terutama jika kita ingin menggunakan program seperti Webalizer.

redirect_rewrites_host_header off

Jika diset “OFF”, Squid tidak akan menulis ulang suatu host.

replacement_policy GDSF

Option  “replacement_policy” menyatakan objek dalam cache yang akan dihapus Squid saat proxy membutuhkan ruang disk yang lebih banyak.

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0 and http_access allow all

Options “acl” and “http_access” mengatur batasan akses terhadap Proxy server Squid. Pada contoh di atas, kita berarti mengijinkan setiap orang terkoneksi lewat proxy.

cache_mgr admin

Option “cache_mgr” menyatakan alamat e-mail administrator yang bertanggung-jawab pada server.

cache_effective_user squid and cache_effective_group squid

Options ini menyatakan UID/GID dimana cache berjalan.  

httpd_accel_host 167.205.206.100 and httpd_accel_port 80

Dari option ini, Squid akan mengetahui nomor port HTTP server yang sebenarnya dan IP address yang digunakan. Pada contoh di atas IP address webserver adalah 167.205.206.100 pada port 80.

log_icp_queries off

Jika kita tidak menggunakan ICP sebaiknya option ini diset “OFF”.

cachemgr_passwd my-secret-pass all

Option “cachemgr_passwd” menyatakan password yang diperlukan untuk mengakses utilitas program “cachemgr.cgi”. Isilah <my-secret-pass> dengan password yang diinginkan. Keyword <all> akan membuat password yang sama untuk semua

buffered_logs on

Option “buffered_logs” yang diset  “ON” dapat menambah kecepatan penulisan beberapa file log.

5.3. Konfigurasi Mode Proxy-Caching Mode
Pada proxy-caching server, semua user dalam network kita menggunakan Squid untuk mengakses Internet. Tentu saja  kita dapat menerapkan beberapa aturan dan menghemat bandwith. Konfigurasi Squid sebagai proxy-caching mode tidak jauh berbeda dengan mode sebelumnya, hanya mungkin ada beberapa option yang diubah atau ditambahkan. Perbedaan utama dengan mode sebelumnya adalah adanya access control list (ACL). ACL berguna untuk merestriksi akses berdasarkan IP address asal (src), IP address tujuan (dst), domain asal, domain tujuan, berdasarkan waktu akses, dsb. Konfigurasi ACL yang umum digunakan adalah sebagai berikut :
§   Akses berdasarkan IP address asal
acl [alamat] src a.b.c.d/e.f.g.h
§   Akses berdasarkan IP address tujuan
acl [alamat] dst a.b.c.d/e.f.g.h
§   Akses berdasarkan domain asal
acl [alamat] srcdomain [nama.domain]
§   Akses berdasarkan domain tujuan
acl [alamat] dstdomain [nama.domain]

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh isi file konfigurasi proxy-cache server berikut ini :
# pico squid.conf

icp_port 0  
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
cache_mem 16 MB
cache_dir ufs /cache 200 16 256
redirect_rewrites_host_header off
replacement_policy GDSF

Misalkan kita ingin agar proxy server Squid hanya membolehkan akses untuk client dalam jaringan kita dan proxy server itu sendiri dengan menggunakan port-port tertentu yaitu 80 (http), 21 (ftp), 23 (telnet) 25 (smtp), dan 443 (https). Selain itu, proxy Squid akan meolak setiap IP address asal dan semua port yang mencoba terkoneksi.Bila jaringan kita menggunakan IP Private kelas C 192.168.1.0  kita dapat membuat konfigurasi sbb :
acl localnet src 192.168.1.0/255.255.255.0
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl Safe_ports port 80 443 210 119 70 21 1025-65535
acl CONNECT method CONNECT
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
http_access allow localnet
http_access allow localhost
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT
http_access deny all
cache_mgr admin@nama.domain
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
log_icp_queries off
cachemgr_passwd my-secret-pass all
buffered_logs on

Sedangkan option-option yang lain sama seperti yang sudah dijelaskan untuk mode sebelumnya.

6. Menjalankan Squid
Setelah membuat konfigurasi Squid lewat file squid.conf, selanjutnya kita harus menstart squid agar server itu dapat berjalan dengan baik. Proses squid sebaiknya dijalankan oleh user squid dan bukan oleh root demi keamanan.
• To run Squid server in httpd-accelerator mode, the following files are required and must
be created or copied to the appropriate directories on your server.
Copy the squid.conf file in the “/etc/squid/” directory.
Copy the squid script file in the “/etc/rc.d/init.d/” directory.
Copy the squid file in the “/etc/logrotate.d/” directory.
• To run Squid server in proxy-caching mode, the following files are required and must be
created or copied to the appropriate directories on your server.
Copy the squid.conf file in the “/etc/squid/” directory.
Copy the squid script file in the “/etc/rc.d/init.d/” directory.
Copy the squid file in the “/etc/logrotate.d/” directory.
Create the squid script file (touch /etc/rc.d/init.d/squid) and add:
#!/bin/bash
# squid This shell script takes care of starting and stopping
# Squid Internet Object Cache
#
# chkconfig: - 90 25
# description: Squid - Internet Object Cache. Internet object caching is \
# a way to store requested Internet objects (i.e., data available \
# via the HTTP, FTP, and gopher protocols) on a system closer to the \
# requesting site than to the source. Web browsers can then use the \
# local Squid cache as a proxy HTTP server, reducing access time as \
# well as bandwidth consumption.
# pidfile: /var/run/squid.pid
# config: /etc/squid/squid.conf

Untuk menjalankan squid Pertama-tama  kita harus membuat user squid yang akan menjalankan proses Squid proxy server. Loginlah sebagai user squid dan lakukan perintah berikut ini :

# squid –z

Perintah ini akan membuat direktori cache sebanyak dan sedalam yang telah dideklarasikan pada file squid.conf.  Lalu  jalankan program squid  :

# /usr/loacl/squid/bin/squid –sY &

Perhatikan pesan yang muncul pada console, dan perhatikan juga file /usr/local/squid/log/cache.log barangkali terjadi suatu kegagalan atau error. Agar saat sistem direboot program Squid akan langsung berjalan secara otomatis, tambahkan baris berikut ini pada file  /etc/rc.d/rc.local/ :

# pico /etc/rc.d/rc.local

Tambahlah baris-baris berikut ini :

/usr/local/squid/bin/squid –sY &